oleh

Pemerintah Tengah Pulihkan Sektor Parawisata dengan Siapkan Wisata Medis

Pemerintah tengah berupaya memulihkan sektor pariwisata dengan menyiapkan wisata medis. Saat ini, pemerintah berencana untuk membangun tiga rumah sakit (RS) internasional dengan menggandeng institusi kesehatan ternama seperti John Hopkins dan Mayo Clinic.

“Saat ini pemerintah merencanakan untuk membangun rumah sakit internasional di Bali, Jakarta, dan Medan yang dapat mendukung pengembangan wisata medis di Indonesia,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo Manuhutu, dalam webinar yang digelar Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri (BPPK Kemlu), Kamis (29/7/2021).

Baca Juga  Komunitas Tionghoa Hao Xiong Gelar Vaksinasi Massal

Odo mengatakan, pemerintah juga mengusulkan kerja sama antara sekolah kedokteran di Amerika Serikat (AS) dan Indonesia dalam rangka persiapan sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk pengembangan wisata medis di Indonesia.

“Kerja sama dengan Amerika Serikat dalam pengembangan pendidikan kesehatan dan pembangunan rumah sakit internasional diharapkan menjadi katalis dalam pengembangan wisata medis di Indonesia,” kata Odo.

Baca Juga  Anugerah Kebudayaan PWI 2022 di Kendari

Menurut Odo, potensi wisata medis sangat besar karena berdasarkan data World Travel and Tourism Council menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran perawatan kesehatan di seluruh dunia. Pada 2018, total pendapatan dari perjalanan medis di seluruh dunia sebesar US$ 16 juta (Rp 231,6 miliar) dan diprediksi meningkat hingga US$ 20 miliar (Rp 318,5 triliun) pada 2022.

“Menurut penelitian PwC pada 2015, Indonesia dengan pendapatan per kapita jauh lebih kecil dari AS justru memberangkatkan 600.000 wisatawan medis dibandingkan dengan AS dengan 500.000 wisatawan medis,” kata Odo.

Baca Juga  Gelar Rakernas 2021 Dibuka Presiden Jokowi, HIPMI Komitmen Dorong Anggota Terlibat Aktif Inovasi & Teknologi

Berdasarkan data Bank Dunia, ujarnya, sekitar 60% wisatawan medis di Malaysia dan 45% wisatawan medis di Singapura berasal dari Indonesia.

“Rata-rata pengeluaran wisatawan medis adalah sebesar US$ 3.000-10.000 (Rp 43,4 juta – Rp 144,7 juta) per orang,” kata Odo. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed