oleh

Kasus Covid-19 di Vietnam, Pihaknya Minta AS untuk Produksi Vaksin Covid-19 di Dalam Negeri

Vietnam sedang dalam pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai rencana produksi vaksin mRNA Covid-19 dalam negeri. Seperti dilaporkan Reuters, hal itu dikonfirmasi Kementerian Luar Negeri Vietnam pada Kamis (22/7/2021) saat negara itu berupaya meningkatkan suplai vaksin di tengah wabah virus corona.

Setelah mengendalikan virus untuk sebagian besar pandemi, Vietnam menghadapi lonjakan infeksi harian. Vietnam telah memberlakukan pembatasan ketat pada pergerakan di sekitar sepertiga negara, termasuk pusat komersial Kota Ho Chi Minh dan ibu kota, Hanoi.

“Produksi lokal vaksin mRNA yang tidak teridentifikasi dapat dimulai pada kuartal keempat atau awal 2022,” kata juru bicara kementerian luar negeri Le Thi Thu Hang saat konferensi pers regular.

Baca Juga  Tingkatkan Perekonomian Walikota Metro Serahkan Bibit Ikan Kepada HNSI

Le Thu menambahkan bahwa Vietnam dapat memproduksi 100 juta hingga 200 juta dosis per tahun di bawah kesepakatan semacam itu.

Produsen obat AS yakni Pfizer dan Moderna, yang memang menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) baru dalam vaksin mereka, tidak segera menjawab permintaan komentar dari Reuters.

Vaksin semacam mRNA tidak mengandung virus sebenarnya, melainkan memberikan instruksi kepada sel manusia untuk membuat protein yang meniru bagian dari virus corona. Instruksi-instruksi ini memacu sistem kekebalan untuk beraksi, mengubah tubuh menjadi pabrik vaksin penyerap virus.

Baca Juga  Instruksi Gubernur Nomor 17 Tahun 2021 Terkiat PPKM, Gubernur Banten Minta Kepala Daerah Tingkatkan Posko Penanganan Covid-19

Kementerian kesehatan melaporkan 6.194 infeksi baru Covid-19 pada Kamis (22/7), rekor peningkatan harian. Laporan kasus itu meningkatkan total keseluruhan kasus Vietnam menjadi 74.371, dengan 370 kematian.

Banyak pemerintah Asia mencari untuk membangun produksi vaksin di dalam negeri karena pasokan global yang ketat telah menghambat kampanye inokulasi mereka, yang tertinggal di Amerika Utara dan Eropa.

Biontech memiliki kesepakatan produksi dengan Tiongkok melalui mitra lokal Fosun Pharma dan berencana membangun pabrik vaksin di Singapura yang akan mulai beroperasi pada 2023.

Di Korea Selatan, Samsung BioLogics berencana untuk memulai pekerjaan pembotolan dan pengemasan vaksin untuk Moderna pada kuartal ketiga dan negara tersebut sedang dalam pembicaraan dengan produsen vaksin mRNA untuk membuat hingga 1 miliar dosis.

Baca Juga  Kewenangan Satpol PP dalam Penanggulangan Covid-19 Dianggap Belebihan

Sementara itu, pada Kamis, pemerintah Vietnam menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan untuk menyetujui vaksin buatan dalam negeri yakni Nano Covax, yang paling menjanjikan dari empat bakal vaksin, untuk penggunaan darurat segera.

Vaksin Nano Covax, berdasarkan teknologi DNA/protein rekombinan, telah diuji coba pada manusia tahap ketiga pada 13.000 sukarelawan sejak 11 Juni. Vaksin Nano Covax diprediksi akan diberikan secara luas pada akhir 2021. (*/cr2)

Sumber: aceh.siberindo.co

News Feed